Hubungi Kami

Skrining lebih dari 500 varian talasemia.

ThalaSEQ menggunakan NGS dan GAP-PCR untuk skrining varian alfa dan beta talasemia, termasuk tipe langka.

GRATIS Konsultasi Genetik

Status Talasemia di Indonesia

~5%Pembawa sifat talasemia di Indonesia
3–10%Memiliki gen talasemia beta
2–11%Memiliki gen talasemia alfa
~2.500Bayi lahir talasemia mayor yang membutuhkan transfusi darah
13K+Total pasien talasemia terdaftar di Indonesia (2023)

Talasemia: Kelainan Genetik pada Darah

Talasemia adalah kelainan genetik yang tidak menular, disebabkan oleh perubahan gen yang mempengaruhi produksi hemoglobin.

7%

Populasi dunia merupakan pembawa sifat talasemia

300.000–500.000

Bayi baru lahir setiap tahun dengan kelainan hemoglobin berat

50.000–100.000

Anak meninggal akibat talasemia beta (β)

80%

Total kasus talasemia berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia

Penyebab Talasemia

Penyebab utama talasemia adalah gangguan produksi rantai alfa atau beta yang menyusun hemoglobin.

Normal

Produksi Hemoglobin Normal

Produksi rantai hemoglobin berjalan normal.

Talasemia Alfa

Gangguan Rantai Alfa

Penurunan atau tidak ada produksi subunit rantai alfa hemoglobin.

Talasemia Beta

Gangguan Rantai Beta

Penurunan atau tidak ada produksi subunit rantai beta hemoglobin.

Skema Penurunan Gen Talasemia

25%

Untuk kombinasi varian tertentu, jika kedua orang tua membawa varian patogen yang memengaruhi gen globin yang sama, setiap kehamilan dapat memiliki peluang 25% untuk menghasilkan anak yang terdampak. Risiko sebenarnya bergantung pada kombinasi varian dan pola pewarisan; konsultasikan dengan konselor genetik.

50%

Jika salah satu orang tua membawa varian talasemia dan orang tua lainnya tidak membawa varian terkait, setiap anak memiliki peluang 50% untuk mewarisi varian tersebut. Angka ini tidak memprediksi penyakit.

Tingkat keparahan talasemia dan kebutuhan perawatannya berbeda-beda. Sebagian orang dengan talasemia intermedia atau mayor mungkin memerlukan transfusi; terapi khelasi dapat digunakan untuk menangani kelebihan zat besi, dan transplantasi sel punca dapat dipertimbangkan oleh dokter spesialis. Pembawa sifat umumnya tidak memerlukan pengobatan, tetapi gejala perlu dinilai oleh dokter.

Rekomendasi Kementerian Kesehatan

Setiap pasangan disarankan melakukan skrining talasemia untuk menurunkan jumlah bayi yang lahir dengan talasemia mayor. Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/1/2018

Skrining dan Diagnosis Talasemia

Metode Skrining Umum

Skrining Rutin

Metode skrining yang paling umum. Namun, 11,8% hasil negatif adalah pembawa sifat talasemia.

11,8%
Metode Tambahan

Pemeriksaan Darah Rutin

Metode tambahan dari pemeriksaan darah rutin. Sebanyak 21% hasil terdeteksi negatif merupakan pembawa sifat talasemia.

21%
Pemeriksaan DNA

Analisis DNA (NGS)

Akurasi yang dilaporkan adalah ≥98% untuk mendeteksi perubahan DNA pada gen terkait talasemia. Performa bergantung pada varian dan metode yang dinilai; angka ini bukan jaminan hasil bagi setiap individu.

≥98%

Talasemia: Penyakit Berbiaya Tinggi ke-5 di Indonesia

Rp 400 juta Perkiraan biaya tahunan per anak dengan talasemia mayor, termasuk transfusi darah rutin dan obat-obatan; tidak mencakup pemantauan organ dan perawatan komplikasi.
Data didapati dari Kemenkes (2019)

NALEYA–THALASEQ: Skrining Genetik Talasemia

NALEYA-THALASEQ, tes talasemia komprehensif yang mendeteksi lebih dari 500 varian gen talasemia, termasuk jenis talasemia langka.

Teknologi NGS & GAP-PCR

Berbasis NGS & GAP-PCR

Menggunakan sekuensing generasi berikutnya (NGS) dan GAP-PCR untuk pemeriksaan genetik talasemia.

Cakupan Luas

Deteksi 500+ Variasi Genetik

Deteksi lebih dari 500 variasi genetik talasemia, termasuk >153 tipe alfa dan >348 tipe beta.

Aman & Mudah

3 mL Sampel Darah

Pemeriksaan cukup menggunakan 3 mL sampel darah.

NALEYA–THALASEQ diperuntukkan bagi:

Individu dengan riwayat keluarga talasemia Individu dari daerah dengan tingkat kasus talasemia tinggi

NALEYA-THALASEQ dapat mendeteksi 4 delesi α-talasemia (–SEA, -α3.7, -α4.2, –THAI), lebih dari 153 tipe α-talasemia, lebih dari 348 tipe β-talasemia, serta genotyping delesi dan varian langka.

4 delesi α: –SEA, -α3.7, -α4.2, –THAI >153 tipe α-talasemia >348 tipe β-talasemia Genotyping: –SEA, FIL, Taiwanese, SEA-HPFH, Hb Lepore, dll. Metode: GAP-PCR · Sekuensing (NGS)
Contoh varian terdeteksi α: Hb Westmead, Hb Quong Sze, Hb Constant Spring, kodon inisiasi (-T), kodon 8 (-C), Alpha0, α2 kodon 30 del GAG, kodon 61 AAG>TAG, IVS-I-117 (G>A), dll.
Contoh varian terdeteksi β: -88 (C>T), -29 (A>G), kodon inisiasi ATG>AGG, kodon 17 (A>T), Hb E, kodon 41/42 (-TTCT), IVS-I-1 (G>T), IVS-I-5 (G>C), IVS-II-654 (C>T), poli A (A>G), dll.

Prosedur Pemeriksaan

1

Konseling Pra-Tes

Pasien menjalani konseling genetik pra-tes dan menandatangani formulir persetujuan.

2

Pengambilan Sampel

Sampel diambil dan dikirim ke laboratorium.

3

Hasil

Hasil dikirimkan dalam waktu 20–30 hari kerja.

4

Konseling Pasca-Tes

Melakukan konseling genetik pasca-tes dengan pasien.

Skrining talasemia sejak dini